Dinas PUPR Wonosobo Sosialisasikan DAK Sanitasi 2026 di Desa Tieng, Tekankan Pentingnya Lingkungan Sehat
Tieng, 2 Februari 2026 – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Wonosobo menggelar sosialisasi kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Air Minum dan Sanitasi di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Senin (2/2/2026). Acara yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat dan pemerintah desa ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang program sanitasi yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.
Kegiatan yang berlangsung di gedung pertemuan Desa Tieng tersebut dihadiri oleh Tim Program DAK Sanitasi dari Dinas PUPR Kabupaten Wonosobo, Kepala Desa Tieng Farhan, S.E., beserta seluruh perangkat desa, calon pengurus Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), dan calon penerima manfaat program. Acara dipimpin langsung oleh perwakilan Tim DAK Sanitasi Dinas PUPR.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tieng, Bapak Farhan, S.E., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program dari pemerintah pusat yang diimplementasikan melalui Dinas PUPR ini. “Kami menyambut baik program DAK Sanitasi tahun 2026 ini. Partisipasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi sehat adalah kunci keberhasilan program ini,” ujarnya.
Pada sesi inti, Tim Program DAK Sanitasi Dinas PUPR melakukan sosialisasi mendetail tentang pentingnya sanitasi sehat. Narasumber menjelaskan bahwa sanitasi yang buruk tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, seperti penyakit diare dan stunting, tetapi juga mencemari lingkungan secara luas, termasuk sumber air tanah dan sungai. “Sanitasi yang baik adalah investasi untuk kesehatan keluarga dan kelestarian lingkungan kita bersama. Setiap rumah tangga harus memiliki akses terhadap jamban sehat dan pengelolaan limbah domestik yang aman,” tegas salah satu anggota tim.
Tim juga memaparkan sejarah alokasi DAK di Desa Tieng, yaitu DAK Air Minum pada tahun 2023, Sanitasi pada 2024, Air Minum kembali pada 2025, dan tahun 2026 ini kembali dialokasikan untuk bidang Sanitasi. Pola alokasi bergantian ini menunjukkan komitmen berkelanjutan pemerintah dalam meningkatkan akses air minum dan sanitasi layak bagi masyarakat.
Agenda berikutnya adalah pembentukan pengurus Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang akan bertanggung jawab dalam mengawal pelaksanaan fisik program di tingkat masyarakat. KSM ini nantinya akan berperan dalam koordinasi, monitoring, dan memastikan partisipasi aktif warga.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana masyarakat dan calon penerima manfaat dapat menyampaikan pertanyaan dan aspirasi langsung kepada tim sosialisasi. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan pelaksanaan DAK Sanitasi 2026 di Desa Tieng dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan masyarakat.